Pemain Muda Terbaik di Empat Sesi Piala Dunia

Pemain Muda Terbaik di Empat Sesi Piala DuniaPemain Muda Terbaik di Empat Sesi Piala Dunia – Semenjak tahun 2006 yang lalu, FIFA mempunyai inisiatif untuk menambah satu kategori lagi ke dalam daftar penghargaan individual dalam setiap penyelanggaraan World Cup. Best Young Player Award merupakan penghargaan yang diperuntukkan bagi pemain yang berusia dibawah 21 tahun.

Pada waktu itu mulai diperkenalkan pada tahun tersebut dimana Lukas Podolski yang keluar sebagai pemenangnya. Lalu, FIFA lantas mengambil inisiatif kembali untuk melakukan jajak pendapat lewat internet kepada pendukung guna menentukan siapa saja pemain muda yang terbaik. Selain berdasarkan pada voting atau suara terbanyak, para pemenang yang meraih penghargaan ini juga telah melalui seleksi yang ketat dengan sejumlah syarat khusus. Berikut akan didaftar mengenai pemain muda siapa saja yang pernah meraih penghargaan ini (mulai tahun 1958 hingga 1986):

Piala Dunia 1958

Pemain ini muncul ketika membela tim Brasil pada ajang Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, usianya masih sangat muda yakni 17 tahun. Pada fase grup, Pele tidak menunjukkan talenta dan kemampuan terbaiknya karena sempat mengalami cedera. Akan tetapi, ketika Brazil menuju fase knock-out, Pele menjadi seorang pahlawan untuk Brazil. Pada babak perempat final dan semi final, Pele mampu menciptakan gol dan hat-trick. Sedangkan pada partai puncak, striker muda ini mencatatkan namanya sebagai seorang yang berjasa karena dua gol yang ditorehkannya ketika melawan tim Swedia.

Piala Dunia 1962

Pada usianya yang masih 16 tahun, Florian Albert masuk tim nasional. Ketika berlaga di Piala Dunia 1962  usianya 20 tahun, Albert sudah cukup mempunyai banyak pengalaman di sepakbola internasional. Ia mencetak gol penentu kemenangan atas Inggris. Lalu, ia juga mencetak hat-trick dalam laga melawan Bulgaria. Meskipun demikian, empat gol yang telah dibekukannya membuat Albert keluar sebagai top skor dalam turnamen bersama dengan Valentin Ivanov, Drazan Jerkovic, Garrincha, dan Leonel Sanchez.

Piala Dunia 1966

Franz Beckenbauer tidak diragukan lagi merupakan salah satu pemain yang terbaik yang dimiliki Jerman hingga kini. Pada World Cup 1966, ia membentuk kombinasi yang kokoh di lini belakang bersama dengan Horst Hoettges, Willi Schulz, Karl-Heinz Schnellinger. Meskipun demikian, efektifitas pemain ini untuk membantu serangan memang tidak perlu diragukan. Peran Beckenbauer sangat penting untuk lini pertahanan ketika timnya imbang dengan Argentina dan menang tipis atas tim Spanyol. Pada babak perempat final, Franz Beckenbauer membukukan gol kedua Jerman dalam kemenangan 4-0 atas tim Uruguay.

Piala Dunia 1970

Teofilo Cubillas merupakan bomber muda yang diandalkan Peru ketika tampil pada pagelaran Piala Dunia 1970. Skuad Peru adalah yang terbaik di sepanjang sejarah. Ia mempunyai gaya permainan yang atraktif dan ofensif di Amerika Selatan. Cubillas mampu mencetak gol pada setiap permainan yang ia mainkan.