Review Laga Cardiff City vs Wigan Athletic

Review Laga Cardiff City vs Wigan Athletic – Juara bertahan Piala FA Wigan masih bisa mempertahankan mahkota juara mereka dengan mengalahkan klub premier league Cardiff untuk melaju ke babak delapan besar.

Chris McCan mengkonversi umpan silang mendatar dengan baik untuk membuat klu dari divisi Championship unggul terlebih dahulu sebelum striker Cardiff Fraizer Campbell mencetak gol penyama kedudukan.

Gelandang Ben Watson mengembalikan keunggulan Wigan sebelum babak pertama berakhir dengan tendangan dari jarak 25 yard, setelah tendangan bebas.

Pemain Cardiff Juan Cala harus rela tendangannya masih membentur mistar gawang sementara Craig Noone juga memiliki peluang di menit akhir yang berhasil diselamatkan oleh kiper Wigan.

Sebagai pemegang gelar juara Piala FA, Wigan menunjukkan tekad kuat untuk mempertahankan gelar yang mereka miliki. Manajer Wigan Uwe Rosler berhasil menerapkan taktik yang tepat dan para pemainnya jgua berhasil menerapkan intruksi tersebut dengan baik. Sebuah performa yang fantastis dari juara bertahan.

Tuan rumah yang berada di posisi dua dari dasar klasemen Premier League, menekan pertandingan dengan para pemain di lini serang yang makin maju, dan mereka mencoba untuk menyamakan kedudukan, tapi the latcis bisa tampil disiplin dalam sisa pertandingan.

Wigan sedang memainkan partai ke 42 mereka sepanjang musim ini, termasuk pertandingan di Europa League karena mereka bisa mengalahkan Manchester City di final Piala FA musim lalu, mereka juga dalam langkah yang bagus musim ini.

Pertandingan ini menjadi yang pertama kalinya bagi kedua klub untuk bertanding di Piala FA, tapi juga ada beberapa sejarah yang tercipta diantara kedua manajer yang bertanding.

Manajer Cardiff Ole Gunnar Solskjaer pernah bermain di Manchester United, sementara lawannya Uwe Rosler perah bermain di Manchester City saat keduanya masih aktif menjadi pesepakbola.

Roslere juga merupakan manajer pengganti sementara di Molde sebelum Solskjaer datang di klub asal Norwegia , dan dua orang tersebut bertemu sebagai teman dan mengobrol semalam sebelum pertandingan berlangsung.

Namun semua sentimen tersebut terhapus oleh penampilan di lapangan saat tim tamu memulai pertandingan dengan kuat dan mereka layak untuk mendapatkan gol pembuka.

Manajer Cardiff Ole Gunnar Solskjaer:

“Kami kecewa. Jika anda melihat pertandingan ini dalam konteks penguasaan bola dan jumlah peluang kami harusnya menang, tapi kami tak bisa mencetak lebih banyak gol.”

“Tentu saja hal itu memberikan kami kekecewaan. Kamu tak ingin kalah dipertandingan yang secara statistik unggul, kepercayaan diri kami menurun tapi sebagai manajer saya mengatakan pada pemain untuk lekas bangkit dari kekecewaan ini.”

“Melihat para pemain saya, mereka tentu saja memiliki perasaan yang sama.”

“Saya berharap Uwe mencapai yang terbaik.”

Membutuhkan waktu delapan jam perjalanan bagi Wigan untuk mencapai Cardiff di hari Jumat karena penerbangan mereka dibatalkan, berikut komentar Uwe Rosler sebagai manajer :

“Semakin lama pertandingan berjalan, kami semakin lelah.”

“Setelah gangguan besar saat perjalanan saya memberikan para pemain saya pujian yang besar karena mereka bisa melewatinya dengan baik.”

“Saya puas dengan performa dan usaha pemain. Kami menunjukkan pada suporter yang datang dalam jumlah besar, bahwa kami masih menjadikan Piala FA sebagai target, dan kami peduli dengan status sebagai juara bertahan Piala FA. Kami ingin melaju sejauh mungkin di turnamen ini.”